Akhir akhir ini lagi ngetren bahasa yang tinggkat tinggi dengan berbicara yang diintelek-intelekan padahal inti yang disampaikan sebenernya sederhana saja.
Fenomena tersebut adanya pemberitaan dimedia ada salah seseorang yang pada waktu diwawancarai tapi menggunakan bahasa yang seakan-akan intelek dengan kata-kata dan istilah yang tinggi, tapi sebenarnya hal yang disampaikan sederhana saja, dan istilah-istilah yang digunakanpun tidak pas dengan yang disampaikan.
Kalau kita perhatikan dan kita rasakan orang lebih enak ketika mendengarkan pidato atau kuliah tapi dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan tentunya enak dicerna.
Saya teringat dengan seorang profesor namanya prof.suprayogo mantan rektor uin malang, beliau kalau berkata-kata atau memberikan ceramah selalu enak didengar dan dicerna setelah saya amati ternyata menggunakan bahasa yang sederhana namun pesan yang disampaikan sangat mengena, mendalam dan sampai dihati.
Maka berbahasa yang sederhana tapi mengena dan mendalam sepertinya lebih bagus dari pada berbahasa yang sok intelek tapi tidak nyambung dengan apa yang mau disampaikan.