Lumayan lama kita melihat dan memilih mainan, setelah mendapatkan mainan yang cocok kami beranjak bejalan lagi. Setelah beberapa langkah “tek” sandalku patah. Kemudian aku bilang pada temanku “wah sandalku patah”, mereka malah tertawa “hehehehe, katanya”. Setelah itu kita mencari pedagang sandal, lama kita berjalan tetapi tidak menemukannya. Kemudian salah satu temanku berjalan duluan sedangkan temanku yang satunya menemaniku berjalan pelan-pelan soalnya aku berjalan sambil menyeret sandalku yang patah tadi.
Temanku yang berjalan duluan tadi menemukan pedagang sandal, dan aku dan temanku yang satunya menghampirinya. Untung belum terlambat ibu penjual sandal itu sudah mau beres-beres dagangannya,’’wah, untung saja belum tutup’’ ungkap kami bertiga. Akhirnya aku bisa memakai sandal lagi yang tidah patah tentunya,hehehe.., itulah pengalaman bersama temanku di pasar minggu.